Cita-Cita masa kecil yang menggelora kembali..^_^


fachrie-pilot

Muncul rasa bangga ketika melihat foto ini. Walaupun ini adalah foto “bo’ongan” (hehehe… obsesi pilot).

Sedikit cerita ya.., sejak kecil kakek dan nenekku sering pergi ke luar kota menggunakan pesawat terbang untuk mengunjungi anak-anaknya. Setiap kali mereka akan pergi ke luar kota, aku pasti ikut mengantar ke bandara. Di sanalah aku berjumpa dengan “teman” baru yang bias terbang tinggi seperti burung. Saat itu aku mulai tertarik dan mengagumi sosok sebuah pesawat terbang.

Waktu itu, aku paling senang melihat pesawat yang akan lepas landas (bahasa kerennya: take off). Pesawat pasti akan berjalan terlebih dahulu untuk mengambil ancang-ancang sebelum terbang. Tapi ada satu hal yang sering membuatku kurang nyaman dengan pesawat, yaitu suaranya yang kuueeenncengg buangettt!!! (apalagi bagi seorang anak kecil kala itu).

Ketertarikanku terhadap pesawat terbang mendorong seorang “fachrie kecil” ingin sekali menjadi pilot. Di rumah, bersama adik, aku sering bermain pesawat-pesawatan (aku jadi pilot, adikku yang jadi pramugarinya, hehehe).

Cita-cita itu terus bertahan hingga aku berkenalan akrab dengan dunia computer saat SMA. Saat SMA, aku sangat tertarik dengan computer, hingga akhirnya aku berkecimpung dalam sebuah organisasi computer yang ada di sekolah. Banyak sekali ilmu-ilmu yang saya dapatkan kala itu, diantaranya, Microsoft Office, internet dan e-mail, bahasa Pascal, Adobe Photoshop, dll. Mendekati penguhujung usiaku di SMA N 3 Palembang, ketertarikanku kepada dunia computer makin menjadi-jadi. Terlebih lagi ketika guru-guru dan teman-teman sekolah mempercayai aku untuk membantu mereka jika ada pekerjaan mereka yang berhubungan dengan koomputer. Dengan modal inilah aku memutuskan untuk kuliah di jurusan yang berhubungan dengan komputer .

Namun, mendekati pelaksanaan UN (Ujian Nasional), sekolahku kedatangan tamu dari AAU (Akademi Angkatan Udara) yang sengaja datang untuk mempresentasikan kepada kami mengenai AAU. Saat itu, aku menjadi tertarik untuk bergabung bersama AAU, karena memang dalam hati kecilku masih ingin menjadi pilot. Sejak saat itu aku sering menimbang-nimbang antara mengikuti SPMB dan mendaftarkan diri menjadi calon karbol (sebutan untuk taruna AAU). Ketika berkonsultasi dengan orang tua, aku sempat melontarkan statement untuk memilih AAU ketimbang SPMB. Namun setelah dipikir-pikir kembali (dengan banyak pertimbangan, salah satunya karena ada gigi yang bolong), akhirnya diputuskan untuk mengikuti SPMB.

Ketika mendaftar menjadi peserta SPMB, aku berniat memilih jurusan Teknik Informatika ITB. Akan tetapi saat itu aku merasa itu adalah hal yang sulit bagiku. Orang-orang tahu bahwa jurusan Teknik Informatika ITB itu banyak sekali peminatnya. Akhirnya aku memutuskan untuk memilih jurusan Ilmu Komputer UI (yang aku rasa masih berpeluang untuk diterima) dan Teknik Penerbangan ITB.

Sebelum SPMB berlangsung, aku sudah mengikuti ujian masuk di STT Telkom Bandung dan diterima di jurusan Teknik Informatika. Akan tetapi karena aku masih tetap ingin mencoba dulu mengikuti SPMB, akhirnya aku tetap maju ke SPMB (walaupun SPMB tidak berhasil, setidaknya aku sudah dapat “tempat” di STT Telkom).

Dan benar saja, setelah pengumuman SPMB keluar, aku ternyata tidak lulus di dua pilihan tersebut. Akhirnya diputuskan bahwa aku insya Allah akan kuliah di STT Telkom.

Setahun, dua tahun masa studiku di kampus IT Telkom membuatku terlibat aktif di dunia organisasi kampus. Banyak kepanitiaan yang sudah aku ikuti. Hingga akhirnya aku terpilih menjadi Chief LKO 1 2008 ( Latihan Kepemimpinan Organisasi 1 2008 ) di kampus. Di sanalah insting “dirgantara”-ku muncul kembali. Kepanitiaan tersebut aku buat dengan tema “dirgantara”. Alhasil, semua perangkat kepanitiaan, mulai dari panitia, konsep acara, dekorasi, hingga publikasi bertemakan dunia dirgantara. Posisiku sebagai ketua pelaksana menjadikan aku sebagai kapten pilot dalam kepanitiaan itu.

Singkat cerita, ketika liburan semester tiba, aku dan mama pergi ke Pontianak menumpangi pesawat Lion Air. Dari keberangkatan itulah aku kembali tertarik dengan pesawat terbang. Hmmm, hingga akhirnya aku merencanakan untuk membuat judul TA (Tugas Akhir) yang berhubungan dengan pesawat terbang.

Dan yang membuatku bingung saat ini adalah aku berniat “banting setir” untuk kembali menjadi pilot. Aku berencana untuk masuk sekolah penerbangan setelah aku menyelesaikan studi S1-ku di IT Telkom (nama baru STT Telkom).

Hmm, bagaimana kelanjutannya ya???

Wallaahu a’lam.

  1. hehehehe mudah2an kalau jadi pilot nanti gak ada lagi kecelakaan di udara Indonesia

    Aku juga lagi mendalami psikologi penerbangan nih

    Kebetulan nemuin post ini

    salam kenal yaks

    • Muhammad Fachrie
    • April 10th, 2009

    ok… salam kenal juga.

    • SURHAN
    • February 23rd, 2010

    Wah critanya ni hmpir sma dgn q.tp skrg gw lg SMAN1 MENYUKE d kalbar.aq pengen bgt jd penerbang tempur,krna IQ q lumayanlah.tp mslhny d gi2.hehehe… Slm knal.lw mw jd tman q hub.081256181993.aq tgu ya

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: