Aku malu pada mereka…


Adakah kau lupa, kita pernah berjaya

Adakah kau lupa. kita pernah berkuasa

Memayungi dua per tiga dunia

Merentas benua, melayari samudera

Keimanan juga ketaqwaan

Rahsia mereka capai kejayaan


Bangunlah wahai anak bangsa

Kita bina kekuatan jiwa tempuh rintangan perjuangan

Gemilang generasi yang silam

Membawa arus perubahan

Keikhlasan hati dan nurani

Ketulusan  jiwa mereka berjuang


Sejarah tlah mengajar kita

Budaya Islam di serata dunia

Membina tamadun berjaya

Merubah mengangkat maruah

(Alarm Me – “Adakah Kau Lupa”)

Assalaamu’alaykum.

Allah memang Maha Adil. Di dalam hidup ini tidak ada satupun yang tidak merasakan keadilan Allah.

Syair nasyid di atas benar-benar membuat hati malu dengan keadaan diri yang sangat jauh sekali dengan kondisi para sahabat Rasul terdahulu… Padahal perjuangan saat ini jika dibandingkan dengan perjuangan para sahabat terdahulu tidak ada apa-apanya. Tetapi, hati ini sering sekali mengeluhkan rasa capek, malas, dsb.

Benar-benar tulus ikhlas mereka berjuang pada saat itu. Keimanan dan ketaqwaan benar-benar menjadi BEKAL UTAMA. Bukan sekedar pelengkap. Ya Allah, kenapa aku ini???

Ingin sekali rasanya merasakan apa yang dulu para sahabat rasakan. Malu jika aku hanya bisa mengagumi kehebatan iman mereka. ..

Malu… benar-benar malu..

  1. WaduH…
    Udah cocok euy,,, jadi ustadz hehe🙂 kidding, fachrie.
    Setuju…hidup adalah perjuangan…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: