LAGI-LAGI FATWA HARAM, APA MUI NGGAK ADA KERJAAN???


Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Assalaamu’alaykum Wr. Wb.

Akhirnya bisa nulis note lagi setelah beberapa bulan tidak menerbitkan gagasan emas yang dikaruniakan Allah ini. Hmm, Indonesia benar-benar disibukkan dengan berbagai macam situasi dan agenda pada awal berjalannya tahun 2010 ini. Mulai dari ribetnya pemrosesan kasus Bank Centruy yang sudah satu tahun tidak kelar-kelar juga (2009 s.d. 2010 :D), kontroversi pembelian mobil mewah Toyota Royal Crown Saloon oleh pemerintah yang harganya ditaksir 1,3 M per buahnya, kontroversi mengenai renovasi pagar istana negara yang menelan biaya 22,5 M. Bahkan sampai hari ini masih banyak diperbincangkan dan diperdebatkan mengenai fatwa-fatwa haram yang dikeluarkan oleh ulama. Oh ya, ditambah satu lagi mengenai perseteruan antara supporter Persebaya VS supporter Persib yang berakhir dengan hancurnya fasilitas umum dan terlukanya beberapa orang yang tidak bersalah.

Indonesia memang keren abis, selalu eksis setiap saat. Tetapi sayangnya eksistensi ini lebih sering didominasi oleh perkara-perkara buruk yang sedikit demi sedikit menggerogoti nama besar Indonesia di mata dunia.

Rasanya masih teringat jelas di benak kita fatwa yang dikeluarkan oleh MUI pada tahun 2009 lalu mengenai haramnya merokok. Wuiiihhh, belum kelar fatwa itu ditetapkan, masyarakat sudah mulai mengkritik MUI habis-habisan (mungkin bagi yang rajin nonton berita tahu hal ini). Mulai dari bapak-bapak sampai anak SMP yang celananya masih ngegantung di atas lutut pun berkomentar negatif tentang fatwa ini. Menurut saya, wajar jika banyak bapak-bapak yang merespon negative fatwa yang dikeluarkan ini. Tetapi yang “keren” adalah anak-anak SMP yang masih lugu itu pun berkomentar negative seolah-olah mereka itu lebih mengerti daripada ulama. Yang lebih saya sayangkan lagi, gaya bicaranya terkesan sok dan tidak sopan.

Kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena negeri kita dikaruniai banyak ulama yang sangat peduli dengan kemaslahatan ummat. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa ulama itu ibarat pelita di tengah gelapnya malam. Jika pelita itu redup dan mati, maka manusia akan kehilangan petunjuk jalan. Rasulullah juga pernah bersabda bahwa ulama itu adalah penerus perjuangan para Nabi dan Rasul terdahulu. Artinya, para ulama adalah golongan manusia yang seharusnya kita hormati selama ia tidak mengajarkan kemaksiatan. Ulama bukanlah orang bodoh yang tidak mengerti perkembangan zaman. Tetapi mereka adalah orang yang dikaruniai Allah SWT dengan ilmu yang banyak lagi bermanfaat.

Kemerosotan akhlaq dan pola pikir manusia pada masa ini telah menumpahkan noda-noda kecil terhadap kemuliaan Islam. Saya sangat menyayangkan reaksi yang kurang terpuji dari beberapa remaja kita saat ini ketika menyikapi fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh ulama (walaupun tidak semuanya dikeluarkan langsung oleh MUI). Saya tidak melarang orang ataupun remaja untuk kritis menyikapi setiap kejadian yang terjadi, justru hal itu sangat bagus. Akan tetapi, sikap kritis yang dikeluarkan harus didasarkan pada dalil-dalil ataupun landasan-landasan yang kuat, serta penyampaiannya pun ada tata caranya, apalagi kepada ulama.

Saya merasa prihatin ketika melihat tayangan televisi yang menampilkan komentar-komentar beberapa orang artis dan masyarakat yang isinya benar-benar ngawur menurut saya. Ada yang berkata seperti ini, “Kok fatwanya baru dimunculkan sekarang, kenapa nggak dari dulu-dulu aja”. Ada juga yang berkomentar seperti ini, “Ah, foto pre wedding itu kan kita nggak ngapa-ngapain”. Atau ada juga yang seenaknya berkomentar seperti ini, “Masih banyak kok perkara lain yang lebih penting untuk diurusin”. Yang paling ngaco adalah komentar seorang pemuda, “MUI kok kayaknya asal-asalan dulu bikin fatwa, survey dulu dong, atau lakukan riset dulu”. Seolah-olah mereka lebih pintar daripada ulama.

Ulama, apalagi yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia, saya yakin mereka bukanlah orang-orang bodoh yang tidak mengerti perkembangan zaman. Sebenarnya, tanpa adanya fatwa haram dari MUI mengenai hal-hal yang sedang diperdebatkan, perkara yang haram dan halal itu sudah jelas adanya. Menurut saya, fatwa yang dikeluarkan MUI itu justru untuk memberikan penegasan kembali, atau kasarnya untuk menegur mereka-mereka yang memang belum tahu ataupun pura-pura nggak tahu tentang hukum suatu perkara. Misalnya saja, fatwa haram tentang foto pre wedding yang dikeluarkan oleh forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3). MUI mendukung adanya fatwa ini. MUI juga menjelaskan lebih rinci bahwa foto pre wedding itu tidak masalah, justru yang diharamkan itu adalah pose yang ditampilkan di dalam foto itu yang notabene gayanya itu membuka aurat dan adanya ikhtilath (percampuran) antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya. Oleh karena itulah saya saya tadi mengatakan, tanpa adanya fatwa pun sebenarnya hal ini sudah diharamkan. Tetapi karena mungkin banyak yang  belum tahu, makanya MUI mempertegas lagi dengan mengeluarkan fatwa tersebut.

Saya rasa, kita tidak perlu su’uzhan kepada para ulama, apalagi MUI, karena yang berpikir di sana bukan hanya satu orang saja, akan tetapi banyak orang ‘aalim yang bermusyawarah di sana. Sudah tentu para ulama dalam mengeluarkan ulama melakukan penelitian terlebih dahulu. Tidak mungkin tiba-tiba saja mengeluarkan fatwa. Pasti ada yang melatarbelakanginya. Dan satu hal lagi, kritis itu bagus, tetapi jangan sok pintar, sampai-sampai ulama seolah-olah dilecehkan. Ulama mengeluarkan fatwa pasti tujuannya baik. Agama Islam yang kita anut, pastilah membawa kita ke arah kebaikan, hanya sayang kita saja yang tidak mau mengikutinya.

Agama itu ibarat peraturan lalu lintas. Peraturan lalu lintas dibuat untuk memberikan keselamatan bagi para pengguna jalan, baik itu pengendara kendaraan, maupun pejalan kaki, bahkan hewan sekalipun. Namun sayang, banyak dari pengguna lalu lintas melanggarnya, sehingga banyak kecelakaan terjadi sampai hari ini.

Ingat kawan, ulama itu adalah pewaris para nabi. Jika mereka sudah tidak ada lagi di dunia ini, lalu pada siapa kita akan bertanya dan meminta pengajaran???

Wallaahu a’laam,

Wassalaamu’alaykum Wr. Wb.

    • owybaedhowy
    • January 30th, 2010

    Sorry Bos Sebenernya Ente ngedukung MUI apa menghujatnya , Tapi bagi gue Ulama adalah Sosok yang harus dihargai Karena tanpa mereka Dunia akan kiamat karena merajalelanya kebodohan karena orang bodoh berfatwa berdasarkan Hawa nafsu

    Terima Kasih

    Wassalam

      • Muhammad Fachrie
      • February 19th, 2010

      Kira-kira ada nggak kata2 saya di artikel itu yang menghina atau menghujat ulama???
      Saya rasa, nggak ada kata-kata saya yang menyatakan bahwa saya menghujat para ulama di MUI🙂.
      Insya Allah saya menghormati ulama selama ia tidak memerintahkan untuk berbuat maksiat.
      Btw, salam kenal ya.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: